Sebab Rindu Tepi Lapangan, Waktu Senggang Tak Lagi Nikmat Buat Mourinho

Sebab Rindu Tepi Lapangan, Waktu Senggang Tak Lagi Nikmat Buat Mourinho

Situs Agen Taruhan Judi Bola Online Terpercaya – Jose Mourinho akhirnya punya waktu lapang untuk menyegarkan kembali ide-ide sepakbolanya. Tapi pada akhirnya ia tak terlalu lagi menikmati jeda sebab rindu.

Mourinho sudah menganggur sejak dipecat Manchester United pada Desember tahun lalu. Ia sempat dikaitkan dengan sejumlah klub, mulai dari Benfica, Bayern Munich, hingga klub Liga China, namun tak satupun terwujud.

Manajer kelahiran Setubal, Portugal itu memilih bersabar menunggu proyek yang tepat sembari memperbarui wawasan sepakbolanya. Dalam beberapa kesempatan pria 56 tahun itu juga menghabiskan waktu untuk menikmati olahraga lain seperti tenis dan Formula 1.

Mourinho mengakui ini adalah pertama kalinya dalam lebih dari 20 tahun ia melewati Juli dan menyambut Agustus tanpa kesibukan sebagai manajer/pelatih. Dan pada akhirnya anomali itu membuatnya tak terlalu lagi menikmati waktu-waktu luang yang ada.

Baca Juga :Tinggalkan Milan, Cutrone Resmi Perkuat Wolverhampton

“Ini pada dasarnya adalah pertama kalinya saya punya waktu untuk berpikir. Pertama kalinya saya di Setubal pada akhir Juli atau awal Agustus dalam lebih dari 20 tahun,” ujar Mourinho kepada Sky Sports.

“Saya punya waktu untuk berpikir, memikirkan kembali segalanya, menganalisis, dan yang saya rasakan adalah ‘Ze’ (panggilan kecil Mourinho) penuh dengan api. Teman saya bilang ‘nikmati waktumu, nikmati bulan Juli, nikmati bulan Agustus, nikmati sesuatu yang tak pernah kamu dapatkan sebelumnya’.”

“Sejujurnya, saya tak bisa menikmatinya. Saya tak cukup bahagia untuk menikmati itu. Saya merindukan sepakbola saya, saya punya nyala dalam diri, saya punya kompromi dengan diri saya sendiri, dengan orang-orang yang mencintai saya, dengan begitu banyak fans di seluruh dunia, begitu banyak orang yang terinspirasi saya,” imbuh mantan manajer Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid ini.

Sky Sports menyebut Mourinho sebenarnya sempat mendapatkan tawaran luar biasa besar dari sebuah klub China. Kontrak senilai 88 juta pound sterling, terbesar di sejarah manajerial sepakbola, ditepisnya.