Inter ke Suporter: Yang Tidak Paham Sejarah Klub, Jangan Ikut Kami

Inter ke Suporter: Yang Tidak Paham Sejarah Klub, Jangan Ikut Kami

Situs Agen Taruhan Judi Bola Online Terpercaya – Suporter Inter Milan melancarkan pelecehan rasial kepada bek Napoli, Kalidou Koulibaly. Pihak klub mengecam tindakan suporternya itu.

Insiden itu terjadi saat Napoli bertandang ke markas Inter di Giuseppe Meazza, Kamis (27/12/2018) dinihari WIB. Koulibaly diteriaki dengan suara-suara menyerupai monyet saat pertandingan berlangsung.

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti sempat kesal dengan kejadian itu. Dia bahkan beberapa kali meminta kepada perangkat pertandingan agar laga disetop sejenak, namun tak kunjung dikabulkan.

Inter disanksi dua laga kandang tanpa penonton di kompetisi domestik atas ulah suporternya. Federasi Sepakbola Italia (FIGC) menjatuhkan sanksi tersebut lewat Komite Disiplinnya.

Lewat situs resminya, Inter turut mengecam ulah suporter Inter. Mereka seolah dianggap sudah mencederai tujuan-tujuan dari didirikannya klub Inter Milan.

“Menanggapi peristiwa yang terjadi dalam laga Inter vs Napoli dan keputusan yang dihasilkan oleh Komite Disiplin, klub ingin menegaskan kembali bahwa sejak 9 Maret 1908, Inter punya karakter integrasi, keramahan, dan kemajuan,” tulis pernyataan Inter yang dikutip dari Football Italia.

Baca Juga :Robben Libur Musim Dingin Duluan

“Karakteristik-karakteristik ini telah menentukan sejarah Milan – sebuah kota yang mewakili keberagaman dan penghormatan.”

“Bersama dengan kota ini, kami selalu berjuang untuk membantu menciptakan masa depan yang bebas dari diskriminasi. Kami berkomitmen untuk mempromosikan nilai-nilai ini di mana pun kami beroperasi dan mereka selalu menjadi sumber kebanggaan bagi Klub.”

“Inter hadir di 29 negara di seluruh dunia, dari Kamboja hingga Kolombia, bekerja dengan ribuan anak yang terlibat dalam proyek Inter Campus. Tujuannya adalah untuk mengembalikan hak untuk bermain bagi mereka yang sering berada dalam keadaan tertekan – pentingnya kegiatan semacam itu juga telah diakui oleh PBB.”

“Sejak malam itu, 110 tahun yang lalu ketika pendiri kami mengatur perjalanan kami, kami selalu mengatakan tidak pada segala bentuk diskriminasi.”

“Itulah sebabnya kami berkewajiban hari ini, sekali lagi, untuk menegaskan kembali bahwa siapa pun yang tidak memahami atau menerima sejarah kami – sejarah klub ini – bukan bagian dari Inter Milan,” tutup pernyataan itu dengan tegas.