Madrid Menurun Tanpa Ronaldo, Bagaimana Barcelona Pasca Era Messi?

Madrid Menurun Tanpa Ronaldo, Bagaimana Barcelona Pasca Era Messi?

Situs Agen Taruhan Judi Bola Online Terpercaya – Real Madrid kesulitan setelah kepergian Cristiano Ronaldo pada musim panas lalu. Hal serupa bisa saja terjadi pada Barcelona kalau ditinggal Lionel Messi.

Ronaldo mengakhiri sembilan tahun kariernya bersama Madrid usai hijrah ke Juventus. Pada awalnya, Madrid tampak mulus usai memenangi lima dari enam pertandingan pertamanya di semua kompetisi dalam arahan Julen Lopetegui.

Namun, sejak akhir September Los Blancos tersendat. Madrid hanya sekali menang dan sudah enam kali kalah dalam tujuh pertandingan berikutnya. Kekalahan 1-5 di tangan Barcelona praktis menyudahi era Lopetegui, yang baru ditunjuk pada Juli.

Performa Madrid mulai membaik setelah dibesut Santiago Solari. Sekalipun, tidak bisa dipungkiri bahwa Madrid tidak segarang saat masih diperkuat Ronaldo.

Eks bintang Barcelona Xavi pada awalnya mengira kepergian Ronaldo akan meningkatkan performa kolektif Madrid. Namun, rupanya El Real betul-betul merasakan dampak ketiadaan Ronaldo, setidaknya di awal musim ini.

“Aku terkejut. Kupikir Real Madrid, tanpa Cristiano Ronaldo, akan bermain lebih baik secara kolektif,” Xavi mengungkapkan dalam wawancaranya dengan Marca. “Dia memang menawarkan banyak sisi individual, seperti 50 gol yang dia cetak, tapi kupikir Real Madrid akan bermain sangat baik tanpa dia.”

Baca Juga :Hasil Liga Spanyol: Penalti Griezmann Antar Atletico Kalahkan Espanyol

Di sisi lain, Messi punya pengaruh yang amat besar di Barcelona. Sejak debutnya pada 2004, megabintang sepakbola Argentina itu telah menceploskan lebih dari 500 gol untuk Barca dan menghadirkan puluhan trofi bergengsi, termasuk 9 gelar La Liga, 6 Copa del Rey, dan empat Liga Champions.

Messi masih terikat sampai 2021 di Barcelona, atau ketika usianya mencapai 34 tahun. Mungkin saja ini menjadi kontrak terakhir pemain terbaik dunia lima kali itu sebelum pensiun.

Xavi mengindikasikan bahwa Barca bisa saja seperti Madrid pasca era Messi. Situasi yang terjadi pada Madrid mesti bisa diantisipasi Blaugrana.

“Anda akan mengingat sesuatu, sudah pasti. Messi bukan cuma seorang pencetak gol ulung, dia seorang playmaker, dia memberikan operan-operan akhir, hampir selalu menentukan permainan tim,” lanjut Xavi.

“Ketika dia absen karena cedera, Anda bisa melihatnya sendiri. Tidak sama. Dia menembus lini, dia membelah pertahanan, dia menggiring bola, dan ada superioritas dalam penyerangan. Selepas era Messi, Anda harus mengantisipasinya.”

“Mengurus sistem pemain muda dan pemain-pemain yang ada sekarang [Philippe] Coutinho, [Ousmane] Dembela, Sergi Roberto, [Samuel] Umtiti, dan [Marc-Andre] ter Stegen, semuanya harus bisa mengisi.”