8e00e8d6-bc86-461f-a728-55983825923a_169

Alireza Beiranvand: ‘Gelandangan’ Kota Tehran yang Menepis Penalti Ronaldo

Alireza Beiranvand: ‘Gelandangan’ Kota Tehran yang Menepis Penalti Ronaldo

8e00e8d6-bc86-461f-a728-55983825923a_169

Situs Agen Taruhan Judi Bola Online Terpercaya – Tumbuh di jalanan, Alireza Beiranvand kini tampil di Piala Dunia 2018 dan mampu menepis penalti Cristiano Ronaldo. Inilah profil kiper Timnas Iran tersebut.

Dalam pertandingan terakhir Grup B Piala Dunia 2018, Iran menahan Portugal 1-1 di Mordovia Arena, Saransk, Selasa (26/6/2018). Gol Ricardo Quaresma dibalas penalti Karim Ansarifard di masa injury time.

Di laga itu, Portugal bisa saja unggul 2-1 andai Ronaldo mampu mengeksekusi penalti, usai dilanggar pemain Iran. Namun Alireza menepis penalti pemilik lima trofi Ballon d’Or itu.

Alireza pun menjadi buah bibir di media sosial. Bukan hanya penampilan impresifnya bisa menghindarkan Iran dari kekalahan, melainkan perjalanan kariernya sampai bisa menepis tendangan Ronaldo ternyata cukup mengharukan sekaligus menginsipirasi.

The Guardian melansir, Beiranvand lahir di desa Sarabias, Lorestan dari sebuah keluarga pengembara yang hidupnya berpindah-pindah. Sebagai anak tertua, ia lebih dulu membantu orang tuanya sebelum menemukan waktu luang untuk bermain sepakbola.

Baca Juga :Memahami Kekecewaan Ronaldo Usai Portugal Ditahan Iran

Beiranvand sendiri sempat berlatih di klub lokal. Awalnya berposisi striker, namun suatu ketika ia menggantikan posisi kiper, yang rupanya dirasa cocok dengannya.

Namun Beiranvand tidak mendapat persetujuan dari ayahnya, Morteza, untuk meniti karier sebagai pesepakbola. Alhasil, Beiranvand kabur dari rumah demi mengejar mimpinya. Pusat kota Tehran adalah tujuannya.

Dengan meminjam uang kerabatnya, ia naik bus dan pergi ke Ibu Kota. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan Hossein Feiz, yang mengelola tim lokal. Feiz disebut siap membantu Beiranvand, namun dengan syarat dibayar 200 ribu Toman. Sial, Beiranvand tidak punya uang sebanyak itu.

Dalam prosesnya, Beiranvand sampai harus tidur di luar pintu klub yang bakal jadi tempat latihannya. Kiper yang kini berusia 25 tahun itu sampai dianggap pengemis.

“Saya tidur di dekat pintu klub dan ketika bangun di pagi hari, saya melihat koin yang dijatuhkan orang untuk saya. Mereka mengira saya pengemis! Yah, untuk kali pertama setelah periode yang panjang saya akhirnya bisa sarapan,” kata Beiranvand.

Feiz pun memberinya kesempatan berlatih tanpa bayar. Namun untuk tempat tinggal, Beiranvand terpaksa bekerja serabutan mulai dari kerja di pabrik penjahit, tukang cuci mobil, sampai pelayan restoran.

Perjuangannya tak sia-sia. Kariernya mulai moncer ketika membela Naft Tehran. Pada 2011, ia langsung membawa klubnya finis ketiga di Liga dan meraih tempat di Liga Champions Asia. Sampai pada 2016, ia pindah ke Persepolis.

Sementara karier di Timnas, ia sempat masuk seleksi untuk berlaga di Piala Dunia 2014 namun gagal terpilih. Di Piala Dunia 2018, ia akhirnya menggeser posisi Alireza Haghighi sebagai penjaga gawang utama Tim Melli.

Penampilannya di Rusia pun tak mengecewakan. Di Mordovia Arena, Beiranvand mencatat kenangan yang takkan terlupakan sepanjang hidupnya yakni menepis penalti Ronaldo, salah satu pesepakbola terbaik abad ini. Iran terhindar dari kekalahan di laga tersebut.

Iran harus tersingkir dari Piala Dunia. Tim besutan Carlos Queiroz itu finis di posisi tiga Grup B dengan empat poin, di bawah Spanyol dan Portugal yang mengoleksi lima poin. Namun atas nama perjuangan Beiranvand, serta penampilan impresif Iran selama Rusia, tepuk tangan layak mereka dapatkan.