Ini Kelemahan Thailand yang Bisa Dimaksimalkan Indonesia

Ini Kelemahan Thailand yang Bisa Dimaksimalkan Indonesia

ini-kelemahan-thailand-yang-bisa-dimaksimalkan-indonesia-idq

Agen bola online _ BANGKOK – Kiatisuk Senamuang benar-benar gelisah jelang menghadapi Indonesia di final Piala AFF 2016. Pelatih Thailand itu mengaku ada sekelumit masalah yang membekap The War Elephant.

Indonesia bakal kembali bersua di final Piala AFF 2016. Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu di Grup A di mana Teerasil Dangda dkk menang dengan skor 4-2.
Baca juga : Jumpa Thailand di Final Piala AFF, Ini yang Harus Diwaspadai Alfred Riedl
Berbeda dengan Thailand, Indonesia lolos ke final dengan susah payah. Setelah nyaris gagal di fase grup bersama Thailand, Filipina, dan Singapura, tim Merah Putih juga cukup beruntung bisa menahan gempuran Vietnam di dua leg semifinal.

Sementara Thailand memegang rekor kesempurnaan di Piala AFF 2016. Tim yang juga berstatus juara bertahan edisi 2014 itu belum tersentuh kekalahan, dan cuma kebobolan di laga perdana ketika melawan Indonesia.

Di atas kertas, Thailand memang cukup diunggulkan saat menghadapi Indonesia. Dalam empat pertemuan terakhir, pemilik empat trofi Piala AFF menang tiga kali berbanding sekali kekalahan. Bahkan jika ditarik lebih kebelakang, Thailand pernah mengalahkan Indonesia sebanyak dua kali di final pada edisi 2000 dan 2002.

Final nanti pun jadi yang ketiga kalinya Indonesia dan Thailand bersua di laga pemungkas. Leg pertama final akan digelar di Indonesia pada 14 Desember, dan leg kedua di gelar Thailand 17 Desember mendatang.

Kiatisuk mengaku, timnya membawa segudang masalah ke final nanti. Ada beberapa hal yang dikhawatirkannya pelatih berusia 43 tahun yang tentunya bisa dimaksimalkan Indonesia.

“Indonesia sudah banyak berkembang dan terlihat jadi tim yang kuat sekarang. Mereka sempat kesulitan di putaran pertama hingga pertandingan terakhir fase grup,” ucap Kiatisuk penuh kekhawatiran seperti dikutip Bangkok Post, Sabtu (10/12/2016).

Selain faktor kebangkitan Indonesia, Kiatisuk juga menyoroti beberapa pemainnya yang cedera. Meski bisa menang dan hafal taktik Alfred Riedl, Kiatisuk yang dijuluki Zico dari Asia menegaskan kehilangan pilar bakal menyulitkannya meramu taktik.

“Kami mengalahkan mereka 4-2 di putaran pertama dan kami siap bertemu mereka lagi. Kami sudah tahu taktik dan rencana permainannya. Sekarang kami ke final, tapi saya cukup khawatir dengan pemain saya yang cedera,”

“Kami mengganti Teerasil di babak kedua saat melawan Myanmar karena dia terlalu banyak dilanggar. Kami tidak ingin mengambil risiko. Lalu kami menggantinya dengan Sirod Chattong dan dia datang dengan gol untuk merayakan ulang tahunnya,”

Kiatisuk sedikit bernafas lega ketika pemain muda seperti Charyl Chappuis bisa tampil gemilang. Pemain naturalisasi asal Swiss itu mencetak satu gol ke gawang Myanmar dalam kemenangan 4-0 di Rajamangala Stadium, Bangkok.