Gara-gara Eibar, Real Madrid Terancam Ulang Rekor Tidak Diinginkan

Gara-gara Eibar, Real Madrid Terancam Ulang Rekor Tidak Diinginkan

gara-gara-eibar-real-madrid-terancam-ulang-rekor-tidak-diinginkan-oka

Agen bola online _ MADRID – La Liga musim 2016/2017 baru menggelar tujuh pertandingan. Tapi, Real Madrid sudah dalam kondisi terdesak karena terlalu banyak kehilangan angka. Ini membuat Los Blancos berpotensi dihantam petaka.

Madrid hanya bisa meraih empat angka dari empat laga terakhir di semua kompetisi. Khusus di La Liga, armada Zinedine Zidane belum pernah menang hingga tiga kali beruntun. Mereka ditahan Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2) dan yang terbaru, Eibar (1-1).
Baca juga : Lakukan Blunder, Ter Stegen Malah Dapat Hadiah dari Barcelona
Sempat beredar anggapan kalau hasil negatif itu terjadi karena Madrid dihantui kutukan jersey kuning lawan. Nyatanya itu tidak benar. SAoalnya, saat mejamu Eibar di Santiago Bernabeu, tim asuhan Mendilibar mengenakan seragam merah berstrip biru dan celana hitam.

Madrid kini terancam menyamai rekor hasil imbang beruntun terbanyak di La Liga. Itu akan terjadi jika Los Galacticos berbagi hasil dengan Real Betis di Estadio Benito Villamarin, 16 Oktober 2016.

Ya, Madrid bisa saja bermain imbang hingga empat kali berturut-turut dalam lima musim berbeda. Sebelumnya catatan itu pernah terjadi pada 1947/1948, 1968/1969, 1969/1970 dan 2006/2007.

1947/1948
Pada musim ini, Madrid meraih hasil imbang di empat partai La Liga pertama, yaitu kontra Alcoyano (2-2), Gimnastic (3-3), Sabadell (3-3) dan Barcelona (1-1). Yang pertama dan terakhir, terjadi di Santiago Bernabeu. Pada akhirnya Madrid terdampar di posisi 11 lantaran meraih 21 angka.

1968/1969
Di periode ini, empat  hasil imbang beruntun Madrid terjadi mulai jordana ke-23 sampai 26. Mereka ditahan Atletico Madrid (0-0), Barcelona (1-1) Pontevedra (2-2) dan Granada (0-0). Untungnya, Madrid masih bisa juara lantaran hanya menelan satu kekalahan. Mereka unggul sembilan angka dari Las Palmas.

1969/1970
Situasi hampir serupa dialami lagi oleh Madrid. Mereka gagal meraih angka penuh mulai pekan ke-27 sampai 30, lantaran ditahan Celta de Vigo (2-2), Real Mallorca (1-1), Granada (0-0) dan Real Zaragoza (2-2). Sialnya, Madrid menutup kompetisi dengan menempati urutan ke-6.

2006/2007
Setelah lewat 37 tahun, Madrid baru lagi mencatat hasil imbang tanpa henti di empat laga. Madrid yang kala itu diasuh Fabio Capello ditahan Real Betis (0-0), Atletico (1-1), Getafe (1-1) dan Barcelona (3-3). Seperti 1968/1969, Madrid rupanya bisa juara karena unggul head-to-head dari Barcelona pada musim itu.

2016/17
Musim ini Zidane sudah kehilangan enam angka karena gagal mengalahkan Villarreal (1-1), Las Palmas (2-2) dan Eibar (1-1). Akibat masa suram itu, Madrid dikudeta Atletico yang sama-sama mengoleksi 15 angka. Untuk sementara, Madrid turun ke posisi dua karena kalah produktivitas.