joe-hart-bukan-yang-pertama-inilah-deretan-bintang-yang-pernah-dibuang-guardiola-OoV

Hart Bukan yang Pertama, Ini Bintang-bintang yang Pernah Dibuang Guardiola

Hart Bukan yang Pertama, Ini Bintang-bintang yang Pernah Dibuang Guardiola

joe-hart-bukan-yang-pertama-inilah-deretan-bintang-yang-pernah-dibuang-guardiola-OoV

Agen Bola Online – Tak perlu berlama-lama, Josep ‘Pep’ Guardiola langsung menunjukkan ungkapan ‘Whose The Boss’ kala dirinya belum genap dua bulan menjabat manajer sekaligus pelatih baru Manchester City.

Itu karena keputusannya mencadangkan Joe Hart dari posisi regularnya sebagai kiper tim utama pada dua laga awal musim 2016/17 The Citizens (julukan Manchester City). Telah menguatkan dugaan kalau kiper Timnas Inggris di Piala Eropa 2016 itu sudah diambang pintu keluar Etihad Stadium.

Pep memberi jalan kiper cadangan, Willy Caballero, naik pangkat jadi kiper utama Man. City. Untuk hasilnya lumayan apik. Karena tim Manchester Biru (julukan lain Man. City) menyapu bersih kemenangan dengan salah satunya berujung clean sheet alias tidak kebobolan.

Namun dibalik itu rumor yang mengatakan kalau Hart akan segera dilepas kalau ada klub yang berminat menebusnya. Atau isu yang menyebut portero Barcelona, Claudio Bravo, akan segera didatangkan sebagai penggantinya.

Seperti dilaporkan Daily Mail, rupanya Pep menegaskan bahwa dirinya tidak akan menurunkan si pemain kalau kondisi kebugarannya belum mencapai standar yang dia terapkan. Hal itu berlaku buat Hart dan Yaya Toure, yang juga masih belum mengeluarkan keringat di awal musim ini bersama Man. City.

Tapi tahukah Anda kalau Hart dan Yaya bukanlah pemain pertama di klub asuhan Guardiola yang pernah merasakan terlempar dari posisinya di tim utama. Berikut ini ada sejumlah pemain hebat yang bernasib seperti mereka berdua, sekaligus menunjukkan bahwa Pep merupakan pelatih yang lebih mementingkan stabilitas dan kerja tim ketimbang nama besar.

Ronaldinho
Dia adalah legenda di FC Barcelona. Gol-gol, assist dan gocekan magisnya telah menghibus Barcelonistas selama lima tahun. Tapi itu saat Dinho di bawah naungan Frank Rijkaard. Setelah ganti entrenador, Dinho menunjukkan gejala dirinya butuh sebuah tantangan baru. Tempatnya di tim utama yang tadinya tak tergantikan, tidak berlaku di depan Pep Guardiola. Dinho pun dibuang ke AC Milan dan dia mengaku menyesal meninggalkan Camp Nou, karena saat itu dia sedang asyik-asyiknya bermain dengan Lionel Messi muda.

Zlatan Ibrahimovic
Striker anyar Manchester United ini dikenal di Spanyol karena periode bermainnya yang begitu singkat bersama Barcelona era Guaridola. Ibra merasa dirinya tak pernah dipercaya Pep dan selalu dianggap nomor dua setelah Messi. Ibra pun mencemooh Pep dalam otobiografinya dengan sebutan ‘pengecut tak bertulang’. Setelah pergi dari El Barca, Ibra malah mereguk sukses bersama AC Milan serta PSG dan siap membalas perlakuan Pep dalam derbi Manchester.

Deco
Dia dan Ronaldinho selalu jadi pemain regular Barcelona era Frank Rijkaard selama empat musim. Tapi Guardiola yakin kalau sistem ini hanya akan menghancurkan kans pemain jebolan La Masia tampil di tim utama. Pep pun mempersilahkan pemain naturalisasi Portugal dari Brasil itu untuk bebas pergi yang kemudian Chelsea mengikatnya pada akhir Juni 2008 senilai 8 juta Poundsterling.

Samuel Eto’o
Sang macan kotak penalti tiba di Barcelona pada 2004 dan produktif mencetak gol. Tapi dia kesulitan pasca cedera saat Guardiola tiba memulai eranya di Camp Nou, meski masih sempat mencatat 16 gol dari 18 penampilan di La Liga.
Dan itu masih belum cukup buat mengesankan Pep yang ingin menjualnya pada musim panas 2008. Tapi setelah diakhir musim menyumbang 36 gol dari 52 laga di berbagai ajang plus membantu Los Blaugrana meraih treble winner. Klub yang ngebet mendatangkan Ibrahimovic akhirnya mengikutsertakannya ke Inter Milan.

Gianluca Zambrotta
Defender berpengalaman dari Italia ini selalu jadi pemain reguler dalam dua musim awal bersama Barcelona sejak pindah dari Juventus. Tapi Guardiola menilai ada kelebihan stoke pemain di posisi Zambrotta yang membuatnya dilempar ke AC Milan.

Yaya Toure
Nah ternyata Yaya Toure sudah pernah mengalami hal serupa semasa bersama Barcelona. Dia sempat bermain dua musim di era kepemimpinan Guardiola. Tapi Pep memutuskan kariernya di Camp Nou telah habis dan bilang kepadanya untuk meninggalkan klub pada Juni 2010. El Barca pun menerima pinangan Manchester City untuk Yaya sebesar 24 juta Poundsterling. Dan Yaya tampak seperti menemukan kembali permainan terbaiknya di Liga Primer Inggris.

Baca Juga =Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan II, Sabtu-Minggu (20-21 Agustus 2016)

Bastian Schweinsteiger
Satu pemain MU lainnya (kalau masih belum dibuang Mourinho), yakni Bastian Schweinsteiger. Juga punya dendam dengan Guardiola dan berharap bisa membalasnya dalam derbi Manchester. Schweini ingat betul kedatangan Pep ke Allianz Arena pada 2013, tak berujung bagus buatnya.
Walau tenaganya sempat dipakai selama dua musim dan mencatat penampilan ke-500 buat Bayern Muenchen pada 23 Mei 2015. Pep membuat keputusan kalau Schweini yang telah 17 tahun berhubungan dengan FC Hollywood, takkan lagi jadi bagian klub.

Meski kembali reuni dengan mantan pelatihnya di Muenchen, Louis van Gaal kala menukangi MU. Kalau boleh dibilang, keberuntungan Schweini telah habis. Ini semakin menegaskan kalau keputusan Pep memang tepat membuangnya dari skuat utama Die Bavarians.