Allegri Dibayangi Catatan Jelek di Musim Keduanya

Allegri Dibayangi Catatan Jelek di Musim Keduanya

Allegri Dibayangi Catatan Jelek di Musim Keduanya

Allegri Dibayangi Catatan Jelek di Musim Keduanya

Taruhan Judi Bola, Turin – Juventus kembali menelan kekalahan di pertandingan keduanya di Serie A musim ini. Hasil itu harus bikin Massimilano Allegri kembali dibayangi catatan jelek yang nampak di tiap-tiap musim keduanya melatih suatu club.

Berkunjung ke Olimpico, Minggu (30/8) malam WIB, Juve tidak dapat bangkit selesai kekalahan mengagetkan dari Udinese di minggu pertama. ‘Si Nyonya Besar’ takluk dengan score 1-2.

Dua kekalahan di dua minggu awal ini meletakkan sang juara bertahan di posisi ke-16, posisi yang mungkin saja telah sangatlah lama tak mereka menempati.

Ditulis Infostrada, Juve telah lama tak pernah kalah dalam dua pertandingan berurutan. Paling akhir, mereka merasakannya pada Maret 2011 saat takluk 0-2 dari Bologna serta 0-1 dari AC Milan.

Dua kekalahan beruntun di dua pertandingan pertama ini dapat jadi pertama kalinya untuk Juve di Serie A.

Hasil jelek di dua pertandingan telah barang pasti bikin Allegri memperoleh sorotan tajam. Banyak yang mempertanyakan ke mana sentuhan Allegri yang demikian bercahaya musim lantas, waktu membawa Juve mencapai dua gelar serta melaju ke final Liga Champions.

Walau sebenarnya baru sebagian bln. lantas Juve-nya Allegri dapat merepotkan Barcelona di final Liga Champions, saat sebelum pada akhirnya kalah 1-3. Tetapi, sekarang ini Juve seperti kerepotan waktu hadapi Udinese serta kalah segala-galanya dari Roma semalam.

Bila menilik catatan Allegri di klub-klub pada awal mulanya, Juve pantas cemas mengingat pelatih 48 th. itu senantiasa kesusahan atau bahkan juga tampak lebih jelek di musim keduanya.

Nama Allegri mulai terangkat waktu dia mengatasi Cagliari pada musim 2008/2009. Memulai musim dengan lima kekalahan beruntun, Allegri lalu membawa Cagliari yang mempunyai scuad pas-pasan finis di posisi kesembilan.

Allegri lalu dianugerahi Panchina d’Oro, award untuk pelatih paling baik Serie A, menaklukkan Jose Mourinho yang di musim itu membawa Inter Milan jadi juara.

Lantas, di musim keduanya Allegri lalu tidak berhasil melakukan perbaikan posisi Cagliari yang perlu melorot ke urutan ke-12. Allegri lalu mengambil keputusan pergi serta terima pinangan AC Milan diakhir musim.

Lagi-lagi ” tangan dingin ” Allegri dapat bikin Milan memenangkan Serie A di musim 2010/2011, sesudah paling akhir kali berjaya pada musim 2003/2004. Saat itu Milan-nya Allegri mempunyai Zlatan Ibrahimovic, Kevin Prince Boateng, Thiago Silva, Alexandre Pato, Mark van Bommel, serta Robinho.

Masuk di musim ke-2, Allegri kembali menunjukkan anomali-nya. Milan alami penurunan serta mengakhiri musim tanpa ada gelar, termasuk juga kehilangan titel Scudetto ke tangan Juventus.

Di musim setelah itu, peruntungan Allegri tidak lebih baik juga serta jadi mesti kehilangan dua bintangnya, Ibrahimovic serta Silva, yang di jual ke Paris St-Germain. Tidak cuma itu, rentetan cedera yang berkali-kali menerpa beberapa pemainnya bikin Allegri kesusahan meramu formasi terbaiknya.

Milan bahkan juga pernah terpuruk di posisi ke-16 pada musim 2012/2013 saat sebelum comeback gemilang serta finis posisi ketiga. Di musim sesudahnya posisi Allegri tidak terselamatkan lagi, lantaran pada Januari th. lantas dia dipecat Rossoneri.

Banyak yang menilainya bahwa prestasi Allegri di Cagliari serta Milan bukanlah usaha keras dia seutuhnya. Allegri dikira cuma melanjutkan apa yang telah di bangun Davide Ballardini (Cagliari) serta Leonardo (Milan).

Demikian dengan juga suksesnya di Juve musim lantas, Allegri hanya jadi kepanjangan tangan dari Antonio Conte serta di musim keduanya inilah, Allegri mesti menunjukkan bagaimanakah sentuhan aslinya.

Baca Juga : De Bruyne Buat Lini Serang City Semakin Mengilap

Sayangnya, Allegri mesti mengawali musim dengan keadaan tak ideal. Tidak hanya kehilangan trio Carlos Tevez, Andrea Pirlo, serta Arturo Vidal, Allegri juga ditantang membawa Juve bangkit selesai dua kekalahan di dua pertandingan pertamanya.

Bisakah Allegri mematahkan catatan buruknya waktu di Cagliari serta Milan? Kita tunggulah saja.